Pers pada Masa Reformasi
Pada masa reformasi pers berkembang dengan sangat
pesat dan iklim kebebasan pers diIndonesia sangat kondusif. Berdasarkan hasil
reset organisasi pers internasional yang berpusat di prancis (RSF) pada tahun
2002 menempatkan Indonesia pada urutan ke 57 dari 139 negara. Menurut catatan
Aliansi JurnalistikIndependen Indonesia (AJI).
Dan perkembangan pers di Indonesia pada abad 21
ditandai dengan
a. A. Berkembangnya
media-media waralaba yang mengambil brand terbitan dari luar negeri untuk
diadaptasi dan diberi "muatan lokal"kemudian di jual di pasar
indonesia. Sejumlah penerbit ada yang khusus mengambil brand mapan untuk proyek
akumulasi kapital ini isinya berisi hiburan, kecantikan, kesehatan, dan pengisi
waktu lusng pembacanya, contohnya female indonesia, F-1, cosmopolitan, dll
b. B. Masuknya
perusahaan-perusahaan non media kedalam industri media
c. C. Perkembangan
industri multimediaseperti internet (cybermedia) makin menggiurkan, baik oleh pemilik lama
media maupun pemilik baru. Berbagai penerbitan mencoba merambah industri media
online, radio dan televisi baik sebagai suporting system maupun media yang
dibentuk secara mandiri misalnya detik.com, berpolitik.com, dan satunet.com.
d. D. Fenomena
industi media masuk kedalam pasar bursa, seperti TEMPO di Bursa Efek Jakarta
yang bemaksud meraih dana segar dari pblik.
e. E. Munculnya
penerbitan yang lebih spesifik dengan ulasan dan target pembaca yang lebih
terbataas daripada trbitan umum. Arah ini ditempuh oleh penerbitan besar maupun
kecil seperti munculnya majalah kusus seluler, komutr dan news musik.






0 komentar:
Posting Komentar